A few rambles, I take pictures

I speed you up, I speed you down pt. 2

Pt. 1

“Mungkin hanya kamu yang tahu mungkin tidak ada siapapun yang tahu. Mengapa kita sangat ingin dimengerti ketika apapun yang kamu lakukan sangat sangat jauh dari batas orang bisa mengerti. Mengapa kita masih ingin sangat dicintai walaupun tahu kita sudah menyakiti orang tersebut. Betapa hari-hari rasanya seperti akan berakhir karena tahu kita sudah tidak dicintai lagi. Karena satu-satunya orang yang bisa mencintai kita berhenti merasakan, menginginkan, memimpikan, mengharapkan, menunggu kita. Paling tidak kita berbicara. Paling tidak kita masih bilang “hati-hati” ketika salah satu keluar rumah. Paling tidak kita masih bisa bangun sampai jam 2 pagi berbicara hal-hal acak. Paling tidak salah satu dari kita masih sangat mencintai. Mungkin suatu saat perasaan orang tersebut akan kembali dan ketika kita mencium kening satu sama lain di pagi hari kita benar-benar merasakan bahwa kita cinta satu sama lain dan akan merindukan satu sama lain walaupun hanya keluar rumah untuk membeli telur dan susu di supermarket. Mungkin ini juga yang disebut dengan impian karena ini tidak terjadi sama sekali di kehidupan nyata. Kamu mengerti maksud saya di sini? Mungkin saya harus bersyukur dengan paling tidak kamu mengakui saya masih ada.”

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s