Sidewalk stories

Rauha.

Semua ini terlalu cepat terjadi. Rasanya baru kemarin pesta-pesta pelajar di dapur apartemen terjadi. Pasar-pasar loak yang menjual baju musim dingin murah. Toko-toko imigran di Oslo. Mencoba naik t-bane tanpa bayar tiket selama sebulan penuh. Poker-poker ilegal di taman belakang apartemen. Memaki bersama mesin laundry yang menelan koin tanpa bekerja normal. Memberikan CV ke kafe dan bar sepanjang Grünerløkka tanpa ada panggilan sama sekali. Bolos kelas bahasa Norwegia. Perpisahan. Perpisahan. Perpisahan.

Tanda tanya besar.

“Hello orang asing :) saya sedang sibuk cek persyaratan sekolah sekarang. Tapi minggu depan saya berangkat ke sauna di Enonkoski! Oh ya, saya telah baca-baca bahan dari Amnesty International dan University of Lapland yang kamu sarankan, saya tertarik melakukan penelitian bersama tentang sikap masyarakat terhadap kekerasan seksual, tapi memakai berbagai variabel yang dapat merubah sikap dasar. Yeah, dan kemudian sekali lagi banyak kesulitan…selalu ada kesulitan. Ibu saya bilang sesuatu mengenai penelitian yang kamu lakukan tapi saya lupa apa komentarnya secara detail. Terdengar benar-benar sulit? Saya lupa. Ingin segera bertemu lagi! :)”

Sambil menyetir di jalan kembali menuju Praha dari Brno, Rauha tidak berhenti tertawa mendengar cerita-cerita Maria mengenai pesta-pesta Erasmus di Helsinki yang liar dan penuh drama. Dia sendiri sedang menjadi peneliti asing di Universitas Charles di Praha selama setengah tahun dan Maria datang mengunjunginya untuk satu minggu. Salju di luar turun semakin tebal dan sesekali Rauha harus memajukan badannya untuk melihat jalan dengan lebih jelas. Jalanan cukup sepi, hanya beberapa truk besar yang agak lambat dan sesekali harus mereka lewati. Saat mereka membahas mengenai betapa menyenangkan hidup inilah truk di sebelah mobil tiba-tiba terbalik dan menimpa mobil Škoda sewaan. Hanya tiga detik setelah menyadari apa yang akan terjadi dengan hidup mereka yang menyenangkan, Rauha dan Maria meninggal seketika tertimpa truk beserta batu-batu nisan granit yang diangkut truk tersebut.

“Yeah motivasi untuk melakukan hal-hal penting hilang dengan cuaca yang mendingin akhir-akhir ini. Seharusnya saya membaca untuk ujian besok tetapi saya telah menghabiskan waktu di perpustakaan dengan melihat hal-hal tidak penting di fb selama hampir seharian sekarang, bukanlah hal yang baik. Hahaha. Saya berencana berangkat ke Chicago, ada satu seminar dan saya diundang. Dilema orang penting: belajar ujian atau persiapan seminar di Amerika? Selain itu saya masih berkutat dengan dokumen-dokumen penelitian…dan tidak ada yang bisa menggantikan saya pergi. Saya akan bertanya apakah Tarja bisa pergi, tapi saya belum pernah ke Chicago…”

Alžbeta berlari menuju kedutaan Finlandia di Praha untuk memastikan apakah kabar mengenai temannya Rauha di TV itu benar. Dua pelajar asing asal Finlandia meninggal seketika dalam sebuah kecelakaan naas di Moravia. Yang Alžbeta tahu, Jumat lalu Rauha pamit ingin membawa Maria sahabatnya dari Helsinki, ke Brno untuk mengunjungi Janáček Academy of Music and Performing Arts, sekolah yang Maria mungkin akan masuki tahun depan. Kedua gadis itu ingin memastikan bahwa Brno akan cukup menarik untuk dihidupi selama satu tahun.

Sudah sepuluh tahun lamanya semenjak menemukan ibunya tergantung dari atap-atap dapur Alžbeta tidak pernah menangis. Mr Keskitalo, representatif yang ditugaskan untuk berbicara dengan Universitas Charles di Praha serta pihak-pihak lain di Praha yang mungkin harus mengetahui mengenai kabar Rauha, mencoba menenangkan Alžbeta dengan memeluknya. Mr Keskitalo tidak sadar bahwa parfum dan lipstik Alžbeta yang menempel di jas abu-abu mudanya kemudian akan membawanya pada masalah berjangka panjang dengan Mrs Keskitalo yang mengakibatkan perceraian fatal tiga tahun mendatang.

Jadi yeah, saya ingin ke Chili atau ke salah satu negara di Amerika Selatan musim semi depan, tapi yang ada kelihatannya saya akan terpaksa untuk malah pulang kampung atau tetap berkutat dengan penelitian ini di Ceko. Saya sangat pesimis semua perjalanan ini bisa dicapai… Saya pikir kamu bisa datang ke Helsinki ketika saya pulang Natal ini? Saya sudah bilang ibu untuk siap-siap :) Saya menulis email ini di sebelah Alžbeta ngomong-ngomong, dia baru dapat pekerjaan di Galerie Rudolfinum, dia ingin kamu tahu. Sepanjang jalan di Praha sudah bersalju dan ini tidak relevan, tapi kami bertanya-tanya apakah kamu masih betah berada di Oslo… Francois akan berkunjung ke Praha minggu depan, kamu tahu? Apakah kamu masih berkorespondensi dengannya? :)”

Saya membaca email dari Alžbeta mengenai Rauha pada hari Senin pukul 4.15 sore waktu Oslo. Besoknya saya terbang ke Helsinki pesawat pertama dan bertemu dengan Alžbeta di sana. Kami berdua menemui ibu Rauha untuk pertama kalinya. Tanpa Rauha.

“Hidup ini sedang asam dan tidak kooperatif seperti biasa. SSDD. Kamu ingat film Saving Private Ryan? Fucked up beyond recognition :) Kadang di tengah semua ini saya lupa kalau hidup itu menyenangkan. Mungkin saya harus menonton film itu lagi sekarang…kamu sudah memutuskan akan ke Helsinki atau tidak untuk Natal?”

Standard

2 thoughts on “Rauha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s